Tinggal di Jepang: Sistem dan Biaya Utilitas

Tempat tinggal di Jepang
Tempat tinggal di Jepang
Via: rene-deanda-unsplash

Bagi siswa yang tinggal di Jepang dan memilih tinggal di apartemen, sangat penting untuk mengetahui perhitungan biaya utilitas seperti listrik, air dan gas, serta sistem pembuangan sampah. Untuk siswa yang tinggal di asrama, biasanya air, listrik, dan gas sudah diurus oleh sekolah dan biayanya juga sudah termasuk dalam uang sewa. Tapi tidak ada salahnya mengenal sistem utilitas demi kelancaran hidup di Jepang.

Listrik

Saat pertama kali pindah ke apartemen, biasanya listrik memang sudah terpasang sehingga tinggal menyalakan tombol “on” pada panel listrik supaya listrik mengalir. Tapi apabila setelah mengaktifkan panel tapi listrik belum mengalir, maka perlu menghubungi perusahaan listrik untuk mendaftarkan penggunaan listrik pada alamat terkait. Bisa juga mengisi formulir prabayar yang sering ditempatkan di panel listrik atau dimasukkan ke kotak surat. Isi nama, alamat, tanggal mulai penggunaan, dll. Lalu segera kirim formulir tersebut ke perusahaan listrik melalui pos. Jika menggunakan listrik tanpa mendaftarkan pengguna baru, maka listrik akan segera diputus.

Tegangan listrik di Jepang adalah 100 volt dengan 50/60 Hz AC, beda dengan Indonesia.  DI wilayah timur Jepang seperti Tokyo frekuensinya 50 Hz, sedangkan di wilayah barat seperti Kyoto, Osaka, Nagoya, frekuensinya 60 Hz. Perbedaan frekuensi ini tidak terlalu berpengaruh. Tetapi untuk besar tegangan, harap berhati-hati jika menggunakan barang elektronik dari Indonesia. Karena tegangan Indonesia 220 V, umumnya peralatan elektronik Indonesia tidak bisa dipakai di Jepang. 

Selain itu, bentuk stop kontak atau colokan Jepang juga berbeda dengan Indonesia.

Sumber: https://www.japan-guide.com/e/e2225.html

Air

Instalasi air biasanya juga sudah terpasang di apartemen, tapi untuk bisa menggunakan / memperoleh air, maka harus menghubungi perusahaan air terdekat dan mendaftarkan akun penggunaan. Air di Jepang umumnya bersih dan higienis, air keran adalah air yang bisa langsung diminum tanpa dimasak. Tagihan air yang dibebankan sesuai dengan jumlah penggunaan air di bulan sebelumnya.

Gas

Saat kamu memutuskan untuk tinggal di Jepang, jenis gas yang digunakan di Jepang umumnya terbagi dua, yaitu LPG dan toshi gas. LPG umumnya ada di daerah pinggiran / desa, di mana sambungan gas belum terpasang. Di perkotaan, umumnya gas yang dipakai adalah toshi gas. Toshi gas juga banyak subtipe jenisnya. Jadi saat membeli peralatan yang menggunakan gas seperti kompor, pastikan peralatan tersebut sesuai dengan jenis gas yang terpasang di rumah. 

Untuk menggunakan gas juga harus menghubungi perusahaan gas terlebih dahulu untuk instalasi dan mendaftarkan pengguna untuk membayar. Biasanya perusahaan gas akan mengirim petugas terlebih dahulu untuk mengecek kondisi sambungan gas di apartemen. 

Jika ada kasus kebocoran gas seperti mencium bau-bau aneh, segera tutup katup gas di apartemen supaya gas berhenti mengalir. Lalu buka pintu atau jendela supaya gas mengalir ke luar. Padamkan rokok, api atau hal-hal lain yang mudah terbakar dan segera hubungi perusahaan gas terkait. 

Sampah

Sistem pembuangan sampah di Jepang sangat disiplin dan teratur. Orang Jepang juga telah dididik untuk menjaga kebersihan sekitar sejak kecil. Orang Jepang memiliki pola pikir untuk tidak meninggalkan sampah apa pun di mana saja. 

Setiap area (desa, distrik, kota) di Jepang biasanya memiliki aturan dan jadwal pembuangan sampah sendiri. Saat baru pertama kali tinggal di Jepang atau pindah dari kota lain, perhatikan pengaturan pembagian jenis sampah dan tanggal pembuangan sampah setiap bulan. Jenis sampah yang bisa dibuang tergantung pada jadwal pembuangan sampah tersebut. Jadi, tidak bisa buang sampah sesuka hati. Karena itu supaya tidak salah, tanyakan mengenai sistem pembuangan sampah pada pengelola apartemen. 

Jenis sampah

Pembagian atau klasifikasi jenis sampah dan tanggal pembuangannya berbeda-beda di setiap daerah. Secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 jenis utama, yaitu sampah yang bisa dibakar, sampah yang tidak bisa dibakar, dan sampah besar.

Sampah juga harus dimasukkan ke dalam kantong sampah transparan supaya terlihat jelas dari luar. Kantong sampah dapat dibeli di supermarket. 

Sumber: https://www.weforum.org/agenda/2019/08/the-japanese-have-a-word-to-help-them-be-less-wasteful-mottainai/

  • Sampah yang bisa dibakar / organik

Contohnya: sisa makanan, kertas, kain, rokok, kayu, dll., Ikat kantong sampah erat-erat supaya bau busuk tidak keluar. Sampah yang bisa dibakar biasanya memiliki jadwal pembuangan sekitar seminggu 3x.

  • Sampah yang tidak dapat dibakar / non-organik

Contohnya: plastik, kaca, ubin, baja, karet, bola lampu, peralatan listrik kecil, dll. Benda-benda tajam seperti jarum, pisau, dll harus dimasukkan ke dalam botol atau kaleng dan ditutup, kemudian benda yang gampang pecah seperti lampu, gelas, dll harus dibungkus kertas. Jika ada benda tajam dan gampang pecah seperti ini, beri juga tulisan “berbahaya” sebagai penanda. Jenis sampah ini biasanya dikumpulkan seminggu 1x.

  • Sampah besar

Contohnya: furnitur, sepeda, peralatan elektronik, futon (kasur Jepang), dll. Untuk membuang sampah besar, terlebih dahulu harus menelepon ke kantor pembuangan sampah untuk menanyakan jadwal pembuangan di daerah tersebut. 

  • Daur ulang

Di beberapa daerah, sampah-sampah yang bisa didaur ulang juga biasanya harus dipisahkan. Contohnya: botol, kaleng minuman ringan, kaleng makanan, koran dan kertas dll. Sampah daur ulang biasanya dikumpulkan seminggu 1x.

Pembayaran biaya-biaya di atas

Biasanya tagihan listrik dan gas dikirim setiap bulan, sedangkan tagihan air dikirim setiap dua bulan. Tagihan tersebut harus dibayar dalam masa yang harus sudah ditentukan. Jika lewat dari masa pembayaran, maka akan dikenakan denda. 

Metode pembayaran dapat dilakukan dengan cara:

  • Bayar langsung di kantor cabang perusahaan utilitas
  • Transfer ke rekening perusahaan utilitas
  • Bayar melalui convenient store (conbini) dengan membawa faktur yang ada barcode-nya.  Conbini umumnya buka 24 jam, jadi sangat praktis untuk orang-orang yang pulang malam dan tidak sempat ke bank / atm.
  • Debit otomatis dari rekening bank yang sudah didaftarkan.