Transportasi di Jepang

Kereta Biasa & Kereta Bawah Tanah

Jaringan kereta api Jepang adalah sistem transportasi yang sangat efisien dan dikenal sebagai salah satu layanan transportasi paling baik di dunia. Jadwal kereta api Jepang sangat padat namun tepat waktu, keretanya juga bersih, aman dan nyaman. Oleh karena itu, di Jepang perjalanan dengan kereta api adalah yang paling populer.

Layanan kereta Jepang dioperasikan oleh banyak perusahaan swasta, termasuk perusahaan di setiap daerah. Salah satu perusahaan yang terbesar adalah Japan Railway (JR) yang sebelumnya dimiliki oleh pemerintah. Sebelum beralih ke kepemilikan pribadi pada tahun 1986, layanan kereta jarak jauh JR dan kereta Maine memiliki jarak layanan dalam jarak 100 kilometer, menghubungkan kota-kota besar dengan daerah pinggiran kota serta tempat wisata yang populer.

Cara Menggunakan Kereta Biasa dan Kereta Bawah Tanah

Sistem perkeretaan di Jepang kira-kira yang serupa, tetapi dapat bervariasi di setiap daerah.

Tabel Rute dan Tarif

Di stasiun kereta selalu terpasang peta yang menunjukkan rute dan tarif untuk setiap tempat pemberhentian. Peta ini biasanya berada di dekat mesin atau loket penjualan tiket. Pada umumnya informasi ditulis dalam bahasa Jepang. Tapi di stasiun-stasiun besar tersedia juga informasi dalam bahasa Inggris.

Mesin Tiket Otomatis

Beli tiket kereta bisa di loket tiket atau mesin tiket otomatis. Tarif dibebankan berdasarkan harga dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Jika kartu transportasi yang dimiliki kurang saldo atau tiket yang terlanjur dibeli lebih murah dari harga tujuan sebenarnya, maka kekurangan pembayaran bisa dilunasi saat tiba di stasiun tujuan.

transportasi di Jepang - tiket kerera api di Jepang
via: christian-chen-unsplash

Mesin tiket otomatis dengan peta rute di atasnya. Mesin tiket otomatis. Dapat menggunakan uang kertas maupun koin. Mesin juga bisa mengeluarkan kembalian.

Mesin Penghalang Masuk dan Keluar Platform

Untuk mencapai peron, harus melewati mesin masuk/keluar dulu. Tempelkan kartu atau masukkan tiket yang dibeli ke dalam slot, lalu panel penghalang akan terbuka. Jangan lupa untuk mengambil kembali tiket kereta yang tadi sempat dimasukkan, karena tiket itu akan diperlukan lagi ketika melalui palang keluar.

tiket kereta api di Jepang
via: bill-michaud-unsplash

Platform

Biasanya kereta bawah tanah hanya memiliki satu platform. Tetapi stasiun kereta biasa untuk di kota-kota besar, biasanya memiliki banyak platform. Pastikan platform kereta sesuai dengan kereta yang ditunggu. Sebagian besar platform tersedia tanda-tanda penunjuk dalam bahasa Inggris dan Jepang. Saat antri, berdiri lah pada tanda yang menunjukkan titik pintu kereta akan terbuka.

Kereta di Jepang
via: karen-z-unsplash

Antrian panjang biasanya terjadi pada pagi hari, waktu terpadat penggunaan kereta.

Tujuan

Setelah turun dari kereta, untuk keluar dari stasiun harus melewati panel penghalang lagi. Tempelkan kartu atau masukkan kembali tiket ke dalam slot yang ada. Dan bagi penumpang yang membeli tiket lebih rendah dari tarif sebenarnya harus membayar biaya yang kurang di mesin penyesuaian harga otomatis atau di loket untuk bisa keluar melalui pintu penghalang.

Perjalanan Jarak Jauh

shinkansen kereta di Jepang
Via: Shinkansen- luna-kay-9HIWBH4018A-unsplash

Perjalanan jarak jauh dengan kereta sangat nyaman dengan akses yang mencapai hampir ke seluruh wilayah Jepang. Salah satu transportasi di Jepang yang paling terkenal untuk perjalanan jarak jauh adalah Shinkansen. Kereta peluru Shinkansen yang pertama beroperasi sejak Oktober 1964. 

Shinkansen disebut-sebut sebagai kereta paling aman di dunia. Kereta Shinkansen model terbaru dikatakan dapat berjalan dengan kecepatan mencapai 300 km per jam! Bepergian dari Tokyo ke Kyoto menggunakan pesawat ataupun Shinkansen akan memakan waktu yang kurang lebih sama.

Bus di Jepang

Via: bill-michaud https://unsplash.com/

Di Tokyo dan kota-kota besar, bus juga merupakan salah satu transportasi andalan di Jepang. Pada rute yang dilalui kereta api atau kereta bawah tanah, biasanya orang-orang lebih memilih naik kereta karena lebih cepat dan jalurnya banyak. Jadi biasanya orang-orang naik bus dari atau menuju stasiun kereta, atau untuk mencapai tujuan yang tidak dilalui oleh rute kereta. 

Papan atau tanda penunjuk rute bus ada banyak, tapi mungkin bagi orang yang tidak paham Bahasa Jepang pergi dengan bus akan sedikit sulit. Baik rute maupun nama halte bus tidak terlalu banyak tersedia dalam bahasa Inggris, biasanya tersedia untuk rute tujuan wisata populer saja. Nama rute atau halte tujuan yang terpampang di muka bus pun umumnya tertulis hanya dalam Bahasa Jepang. Selain itu, beberapa rute pun jalurnya cukup rumit. 

Kota yang paling nyaman bepergian dengan bus adalah Kyoto, karena bus di Kyoto merupakan sistem transportasi umum yang penting. Bus di Kyoto selain nyaman juga mudah digunakan serta memiliki pemberitahuan dalam Bahasa Inggris. 

Naik Bus di Jepang

Via: kvnga- unsplash.com

Mesin tiket yang tersedia di dalam bus

Secara umum jika naik bus di Jepang penumpang naik melalui pintu belakang. Untuk mengetahui tarif ongkos, bisa melihat pada panel elektronik di bagian depan atas dekat bangku pengemudi. Panel tersebut akan menunjukkan tarif sesuai dengan jarak yang ditempuh, karena itu perhatikan nama halte tujuan supaya tidak salah. 

Ketika hampir sampai di tujuan, tekan bel yang tersedia di tiang-tiang bus atau dekat jendela untuk memberi tanda pada pengemudi bahwa akan turun. Turun dari bus melalui pintu depan dengan sebelumnya membayar tiket sesuai yang tertera di panel. Masukkan uang atau koin ke dalam kotak tarif di sebelah pengemudi bus. Usahakan memasukkan koin sesuai tarif yang dikenakan, karena kotak tarif di bus tidak mengeluarkan kembalian tetapi sistemnya menjadi penukaran uang. Misalkan tarif bus hanya 300 yen, tetapi uang yang tersedia hanya pecahan 1000 yen. Maka jika memasukkan uang kertas 1000 yen ke dalam kotak, kotak akan menukar dengan 10 keping uang 100 yen. Setelah mendapatkan tukaran koin, baru kemudian memasukkan lagi 300 yen sesuai tarif.

Namun beberapa bus juga menerapkan sistem tarif tunggal. Misalnya di Tokyo, tarif untuk orang dewasa adalah 210 yen dan anak-anak 110 yen. Jika memiliki rute perjalanan tetap dan teratur, ada baiknya beli tiket harga khusus untuk mendapat potongan lebih murah. 

Taksi di Jepang

via: juniperphoton-unsplash

Di kota-kota besar, taksi juga merupakan salah satu layanan transportasi yang mudah digunakan. Meski tentu saja tarifnya lebih mahal dibanding transportasi lain di Jepang. Untuk mendapatkan taksi, bisa melambaikan tangan di tepi jalan atau di halte khusus taksi (takushii noriba) yang biasanya ada di depan stasiun kereta atau area wisata. Perhatikan lampu di atas kap atau di jendela depan taksi. Jika lampu tersebut menyala hijau, tandanya taksi tersebut sudah memiliki penumpang. Jangan sampai tertukar, ya.

Tarif Taxi di Jepang

Penghitungan tarif taksi di Jepang juga menggunakan meteran taksi. Biasanya tarif dasar dimulai dari 650 – 660 yen (tergantung perusahaan taksi). Untuk jarak dekat pun, biaya yang dikeluarkan jika naik taksi bisa mencapai 3.000 hingga 5.000 yen. Pada jam-jam sibuk tarif taksi bisa 30% lebih mahal. 

Taxi di Jepang
via: dil-unsplash

Taksi-taksi di Jepang penampilannya cukup mewah. Setiap pengemudi taksi baik wanita maupun pria, harus mengenakan jas rapi dan juga memakai sarung tangan. Di tiap taksi juga terpasang mesin navigator, ketika supir taksi memasukkan alamat tujuan penumpang ke mesin tersebut, maka mesin akan menampilkan rute terbaik secara otomatis. Takushii noriba atau tempat menunggu taksi

Hal-hal yang perlu diketahui tentang bepergian dengan taksi di Jepang

  • Jangan membuka pintu taksi secara manual. 

Ketika naik atau turun dari taksi, penumpang tidak perlu membuka pintu. Pintu akan dibukakan secara otomatis oleh supir taksi. Jadi, ketika akan naik taksi tunggu saja pintu dibukakan oleh supir. Lalu ketika turun pun setelah penumpang selesai membayar,  supir taksi akan kembali membukakan pintu secara otomatis. 

  • Mengantri saat menunggu taksi

Jika hendak naik taksi melalui halte taksi, biasakan untuk mengantri dengan teratur bersama penumpang-penumpang lain. Di Jepang, orang-orang sangat disiplin dalam mengantri, siapa cepat dia yang dapat.

  • Sebagian besar pengemudi taksi hanya berbicara dalam bahasa Jepang. 

Oleh karena itu, jika tidak bisa bahasa Jepang sediakan alamat tujuan yang tertulis dalam bahasa Jepang. Hal ini akan sangat membantu baik supir maupun penumpangnya sendiri. Bisa minta tolong pada teman yang bisa bahasa Jepang atau bantuan dari petugas hotel jika ke Jepang untuk kunjungan wisata.

  • Bayar ongkos sesuai tarif, tidak perlu memberi tip.

Taksi bisa jadi pilihan transportasi jika kereta ataupun bus sudah tidak tersedia di malam hari. Naik taksi memang butuh ongkos lebih, namun cukup membayar sesuai meteran taksi saja dan tidak perlu memberi tip. Selain itu taksi di Jepang juga bisa dibayar dengan kartu kredit maupun kuitansi.

Pintu taksi di Jepang terbuka – tertutup otomatis saat naik maupun turun. Ongkos taksi bisa dibayar dengan kartu kredit atau kuitansi.

Sepeda di Jepang

Transportasi di Jepang
via: chris-barbalis-unsplash

Di Jepang, sepeda merupakan alat transportasi atau kendaraan yang populer di segala usia, baik pelajar, ibu rumah tangga atau pekerja. Sepeda umumnya digunakan untuk perjalanan dekat. Bagi yang menempuh perjalanan jauh, biasanya menggunakan sepeda untuk mencapai stasiun kereta. Oleh karena itu, di hampir setiap stasiun kereta terdapat parkiran sepeda. Selain itu parkiran sepeda juga tersedia di department store. Ada juga tempat-tempat parkir sepeda umum yang memiliki sistem deposit, di mana biaya parkir dibayar bulanan. Namun, jika parkir sepeda di tempat umum harus mengunci sepeda dengan benar. Karena meskipun Jepang terkenal sebagai negara yang sangat aman, tetap ada beberapa kasus pencurian sepeda. 

Jika memiliki sepeda di Jepang maka harus mendaftarkan kepemilikan sepeda tersebut sama seperti mendaftarkan sepeda motor atau mobil. Jika sepeda hilang, sepeda bisa dilacak dengan nomor kepemilikan yang sudah didaftarkan. Nomor tersebut juga berfungsi untuk merazia sepeda yang diparkir sembarangan. Sepeda yang diparkir sembarangan akan dibawa ke kantor polisi. Untuk menebusnya, harus membayar denda terlebih dahulu. Kalau tidak ditebus, maka sepeda tersebut akan dibuang. Jangan parkir sembarangan, ya.

Membeli Sepeda di Jepang

Sepeda dapat dibeli di toko khusus sepeda atau di department store. Sepeda baru harganya sekitar 10.000 yen atau lebih. Sedangkan sepeda bekas harganya tergantung pada kondisi sepeda, biasanya sekitaran 6.000 yen atau lebih. 

Transportasi di Jepang
via: chris-barbalis-unsplash

Sepeda yang paling banyak digunakan adalah sepeda dengan keranjang di depan. Saat membeli sepeda, biasanya sepeda tersebut akan langsung didaftarkan nomor kepemilikannya oleh toko sepeda.