Program Sekolah ke Jepang dan Perkiraan Biayanya

biaya sekolah ke jepang
Thanks For Sharing
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pendidikan menjadi salah satu kebutuhan utama manusia modern. Tak heran banyak yang rela mengeluarkan dana lebih untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Banyak pula yang sekolah ke luar negeri yang dianggap kualitas pendidikannya lebih baik dari pada Indonesia. Salah satu yang sering jadi tujuan adalah Jepang. 

Negara Asia Timur ini sudah terbukti memiliki kualitas unggul berkat kemajuan teknologi dan perekonomiannya. Karena itu, minat bersekolah ke Jepang juga semakin tinggi setiap tahunnya.

Kelebihan lainnya adalah biaya sekolah di Jepang tidak semahal di negara barat seperti Inggris atau Amerika Serikat. 

Biaya sekolah di Jepang

Biaya Sekolah di Jepang
pic via Intisarionline

Hanya saja, belum banyak yang punya gambaran soal jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk menempuh studi di Jepang. Apalagi banyak kabar jika Jepang memiliki biaya hidup yang tinggi jika dibandingkan di Indonesia. 

Sebenarnya besaran uang sekolah di Jepang sangat bergantung dengan tipe program yang diambil. Biaya program sarjana tentunya berbeda program doktor atau kejuruan.

Aspek lainnya juga adalah masa studinya karena berpengaruh dengan besarnya biaya hidup yang harus dikeluarkan. Namun jumlahnya sangat sesuai dengan kualitas yang didapat oleh lulusan institute pendidikan di Jepang. 

Berikut adalah perkiraan biaya sekolah di Jepang yang harus diketahui. Hal ini penting khususnya jika sekolah di Jepang dengan merogoh kocek pribadi. 

Program sarjana 4 sampai 6 tahun

Studi sarjana di Jepang bisa memakan waktu 4 sampai 6 tahun sesuai dengan jurusannya. Ilmu kedokteran biasanya membutuhkan kuliah lebih lama dibandingkan yang lain. Biaya yang harus dikeluarkan biasanya mulai dari Rp300 juta sampai Rp2 miliar dari awal hingga lulus.

Pelatihan kejuruan

Sekolah dengan jenis pelatihan kejuruan membutuhkan waktu yang lebih pendek hanya 2 tahun. Biasanya ilmu yang didapat berkaitan dengan bisnis, kesehatan dan pertanian. Uang yang harus dikeluarkan juga lebih sedikit yakni berkisar Rp230 juta sampai Rp350 juta. 

Sekolah Tinggi 2 Tahun

Junior college adalah model sekolah dengan jenjang serupa D1 dan D2 di Indonesia. Hanya saja, ini hanya membutuhkan waktu 2 tahun sampai selesai. Dengan kurs rupiah Rp130 untuk 1 yen, maka biaya yang diperlukan sebesar Rp250 juta sampai Rp300 juta. 

Sekolah Teknik

Jenis pendidikan ini bisa diikuti oleh mahasiswa asing selepas lulus SMA/ Durasinya selama 3 tahun dengan focus menghasilkan tenaga terampil di industry mekanika. Biayanya juga lebih murah dibandingkan yang lainnya, yakni Rp120 juta sampai selesai. 

Mahasiwa teknik jepang
pic via youthmanual

Berbagai biaya di atas belum ditambah dengan biaya hidup, tiket penerbangan, dan visa yang harus dibayar. Biaya hidup per orang di Jepang umumnya berkisar Rp10 juta per bulan. Jumlah ini mencakup apartemen dan makan, tapi tanpa asuransi dan transport.

Pengeluaran ini sebenarnya bisa dikurangi dengan melakukan beberapa penghematan. Salah satunya dengan tinggal di asrama kampus yang tentunya lebih hemat.

Selain itu, bisa juga dengan kerja paruh waktu atau memasak sendiri. Namun, pastikan visa yang dimiliki memungkinkan untuk kerja paruh waktu agar tak bermasalah di kemudian hari. 

Baca Juga: Persyaratan Sekolah ke Jepang

Berbagai jenis program belajar ke Jepang

Program belajar ke Jepang untuk orang Indonesia bisa dibagi menjadi 5 jenis. Semuanya memiliki ketentuan dan persyaratannya masing-masing antara lain:

Program jangka pendek

Program belajar berdurasi seminggu hingga 3 bulan. Bisa diikuti mulai dari usia 15 tahun sampai tak terbatas. Pendidikan ini dimulai setiap bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Pelajar atau mahasiswa yang ikut kelas jangka pendek ini juga hanya perlu visa turis. 

Program jangka Panjang

Program ini memakan waktu 6 bulan sampai setahun. Pesertanya diharuskan berusia minimal 18 tahun, sudah lulus SMA, dan berbekal visa pelajar. Periode pembukaannya juga di bulan yang sama dengan program jangka pendek. 

Program SMA

Program ini khusus bagi yang ingin menempuh SMA di Jepang. Durasinya 3 tahun dengan usia minimal 15 tahun dan sudah lulus SMP. Periode masuk sekolah di bulan April dan Oktober tergantung sekolah yang dituju. Pesertanya juga harus mengantongi visa pelajar.

Program tingkat lanjut

Program ini terdiri dari sekolah kejuruan dan sarjana (S1). Sekolah kejuruan memiliki durasi 1 sampai 2 tahun sedangkan sarjana bisa 4 sampai 6 tahun. Syaratnya serupa yakni berusia 18 tahun dan lulus SMA dengan visa pelajar. Pendaftaran sekolah setiap April dan Oktober tergantung kampus masing-masing. 

Program pasca sarjana (S2)

Program ini hanya bisa diambil jika sudah berusia 22 tahun dan lulus universitas. Masa belajarnya selama 2 tahun dan hanya membutuhkan visa pelajar. 

Bagi yang mengambil pendidikan jangka pendek, jangka panjang atau SMA tidak diharus mengasai bahasa Jepang. Hanya saja, penguasaan JPLT menjadi nilai lebih. Sedangkan untuk program lanjutan dan pasca sarjana diwajibkan bisa berbahasa Jepang atau mengambil sekolah bahasa ini selama 1,5 tahun sampai 2 tahun. 

pic by @jasonortego


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *