
Credit : nippon.com
Siapa tidak kenal Jepang? Negeri matahari terbit ini telah menjelma menjadi salah satu Negara maju yang disegani di Asia. Kecanggihan teknologi serta sumber daya manusia yang mumpuni menjadi alasan utama Jepang dinobatkan sebagai salah satu Negara maju di Asia.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa yang membuat Jepang bisa jadi begitu maju. Bahkan cenderung pesat mengingat pada perang dunia II dulu Jepang mengalami kekalahan dan porak-poranda. Jawabannya ada pada sistem pendidikannya.
Ya, Jepang memang dikenal memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Sistem pendidikan tersebut telah berhasil melahirkan para ahli dan ilmuwan yang sukses mendapat berbagai penghargaan bergengsi di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Para ahli dan ilmuwan yang telah mendapat pengharagaan bergengsi di bidang pendidikan tersebut nantinya juga akan terlibat dalam memajukan sistem pendidikan di Jepang.
Dari sini saja sudah bisa terlihat betapa majunya Jepang dalam segi pendidikan. Maka tak heran kalau banyak Negara tetangga yang mencoba sistem pendidikan di Jepang untuk diterapkan pada sekolah-sekolah di tempat mereka. Banyak pula penimba ilmu dari berbagai Negara yang memilih untuk menempuh pendidikan di negeri Sakura ini.
Alasannya sudah jelas. Karena mereka tergiur akan majunya sistem pendidikan di Jepang. Terlebih pemerintah Jepang sangat memperhatikan pendidikan di negaranya. Pemerintah Jepang bahkan membuka pintu selebar mungkin bagi pelajar internasional yang ingin menempuh pendidikan di negaranya. Kalau sudah begini, bagaimana mungkin para penuntut ilmu tersebut bisa menolak kesempatan belajar di negeri sakura itu.
Menempuh pendidikan di Jepang tidak dilakukan dalam sehari dua hari saja. Bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Karena para siswa perlu menyiapkan anggaran yang kira-kira diperlukan selama bersekolah di Jepang. Berikut adalah rincian perkiraaan biaya yang harus dikeluarkan jika ingin bersekolah di Jepang.
| Pengeluaran | Yen | Rupiah |
| Biaya tempat tinggal | 31.000 | 3.875.000 |
| Biaya makan | 25.000 | 3.125.000 |
| Biaya listrik/gas/air | 7.000 | 875.000 |
| Biaya transportasi | 4.000 | 500.000 |
| Biaya hobby/rekreasi | 6.000 | 750.000 |
| Asuransi dan kesehatan | 2.000 | 250.000 |
| Lain-lain | 7.000 | 875.000 |
| TOTAL | 82.000 | 10.250.000 |
Sumber : Survey Jasso 2015
Sementara jika ingin menempuh pendidikan lanjutan atau kuliah di Jepang, diperlukan biaya dengan kisaran rincian sebagai berikut.
| Waktu | Yen | Rupiah |
| Biaya hidup per-bulan | 82.000 | 10.250.000 |
| Biaya hidup 1 tahun | 984.000 | 123.000.000 |
| Biaya hidup 2 tahun | 1.968.000 | 246.000.000 |
| Biaya hidup 4 tahun | 3.936.000 | 492.000.000 |
| Biaya hidup 6 tahun | 5.904.000 | 738.000.000 |
Sumber : Survey Jasso 2015
Perlu diketahui. Biaya hidup di Negara orang tentunya berbeda dengan di dalam negeri sendiri. Terlebih Jepang sendiri sebenarnya memiliki biaya hidup yang bisa dibilang tidak sedikit. Bahkan menurut survey yang dilakukan oleh konsultan investasi Mercer mengatakan bahwa Jepang menduduki posisi ketiga sebagai Negara dengan biaya hidup paling mahal se-Asia pada tahun 2016.
Besarnya biaya hidup yang harus dikeluarkan, terutama jika ingin tinggal di Tokyo, seringkali membuat para siswa yang ingin menempuh pendidikan di sana merasa was-was dan harus berpikir ulang. Karena tidak semua siswa sanggup memenuhi kebutuhan hidup tersebut.
Kira-kira apa yang menyebabkan biaya hidup di Jepang terbilang besar? Berikut penjelasannya
Sewa Apartemen

Credit : indojapanese.com
Seperti halnya di ibukota Jakarta, harga tanah di Jepang bisa dibilang sangat mahal. Maka itu masyarakat Jepang kebanyakan memilih tinggal di Apartemen(apatoo). Sewa apartemen sendiri juga menjadi pilihan para siswa internasional yang akan menempuh pendidikan atau sekolah bahasa di Jepang.
Para siswa harus mempersiapkan biaya yang tidak sedikit untuk menyewa apartemen di Jepang. untuk sebuah apartemen yang dilengkapi dengan ruang tamu, ruang makan, hingga dapur dan kamar mandi, dibutuhkan sekitar ¥23.000-60.000 atau sekitar Rp3.000.000 sampai Rp8.000.000 per bulan.
Baca juga: Tips Mencari Tempat Tinggal di Jepang
Besar kecil biaya sewa apartemen tersebut biasanya tergantung pada lokasinya. Semakin strategis lokasi apartemennya, biaya sewanya akan semakin mahal. Perlu diingat pula kalau biaya tersebut belum mencakup keseluruhan biaya tambahan lain seperti listrik, air, gas, hingga internet. Biaya tambahan tersebut jika ditotal berkisar ¥12.000-15.000 atau Rp1.600.000-2.000.000 per bulan.
Kebutuhan makan minum

Credit : Hipwee
Siapa sih yang bisa hidup tanpa makan dan minum? Tidak ada seorangpun yang bisa bukan. Begitu pula para siswa internasional yang ingin bersekolah di Jepang. Tentu mereka membutuhkan asupan makan dan minum agar bisa belajar dengan baik. Namun biaya makanan di Jepang ternyata juga termasuk mahal.
Bayangkan saja, untuk makan dan minum biasanya memerlukan biaya berkisar ¥20.000-40.000 atau sekitarRp2.000.000-Rp5.000.000. Biaya ini sebenarnya bisa diminimalisir dengan cara membuat makanan sendiri.
Transportasi

Credit : HIS Travel
Tidak semua orang memiliki alat transportasi sendiri saat berada di Jepang. Karena orang Jepang sendiri biasanya menggunakan transportasi umum seperti kereta cepat (shinkansen) dan bus. Jika memilih menggunakan shinkansen, berarti harus mengeluarkan dana untuk membeli tiker sekitar ¥170-250 atau Rp23.000-34.000 di stasiun pertama penaikan. Ongkos kereta sendiri akan bertambah sebesar ¥20-30 atau Rp2.700-4.000 untuk tiap stasiun-stasiun selanjutnya.
Selain transportasi umum, para siswa juga bisa membeli sepeda sebagai solusi lain. Jepang merupakan Negara yang ramah denngan sepeda. Jadi berpergian dengan sepeda adalah hal biasa di sana. Jika ingin membeli sepeda di Jepang,, budget yang harus disiapkan berkisar antara ¥10.000-55.000 atau sekitar Rp1.400.000-7.350.000. Tergantung dari jenis sepeda yang diinginkan.
Kira-kira seperti itulah gambaran kenapa biaya di Jepang terbilang lebih mahal. Namun sebenarnya tidak semua daerah di Jepang memiliki biaya hidup yang besar seperti halnya di Tokyo. Masih banyak lokasi di Jepang yang ternyata biaya hidupnya lebih rendah dan cenderung terjangkau. Bahkan hingga 60% lebih rendah dari biaya hidup di Tokyo. Tentunya bisa jadi solusi bagi para siswa internasional yang ingin menempuh pendidikan di negeri sakura ini.
Salah satu kota di Jepang yang memiliki biaya hidup cukup rendah adalah Kyoto. Kota yang terletak di Pulau Honshu ini memang telah jadi langganan para mahasiswa internasional untuk melanjutkan pendidikan kuliahnya. Dengan biaya hidup yang murah serta banyaknya pelajar di kota ini, Kyoto bisa dibilang seperti Yogyakarta-nya Jepang.
Universitas di Kyoto selalu jadi tujuan para siswa sekolah menengah atas di Jepang dan internasional. Salah satu yang banyak diminati adalah Universitas Kyoto dan Universitas Ritsumeikan.

Credit : Latrobe.edu
Untuk tinggal di kota pelajar Jepang ini, tiap bulannya rata-rata hanya menghabiskan biaya sekitar ¥99.900-114.900 atau setara Rp.9.000.000.Kyoto sendiri sebelumnya pernah menjadi ibukota Jepang selama lebih dari 1000 tahun, sebelum digantikan oleh Tokyo. Karenanya di kota ini terdapat beragam bangunan sejarah yang bisa dinikmati dikala liburan tiba. Selain keindahan bangunan dan seni tradisional Jepang, para siswa internasional juga bisa menikmati ragam kuliner khas Kyoto yang populer.
Meski memiliki biaya hidup yang murah, namun dalam hal transportasi Kyoto tidak kalah dengan Tokyo. Untuk siswa muslim, bisa mendatangi Islamic Center yang berfungsi sebagai tempat kajian keagamaan dan masjid. Di Kyoto juga terdapat spot yang menyediakan makanan halal, yaitu Kyoto Rose Café dan Islamic Cultural Centre.
Menempuh pendidikan di Negara orang tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sesuaikan dahulu kemampuan financial dengan sekolah atau universitas tujuan, agar tidak mengalami kesulitan di kemudian hari nanti.