Seragam Sekolah di Jepang

Seragam sekolah di Jepang

Seragam adalah pakaian yang dikenakan oleh sekelompok orang di sebuah organisasi, instansi atau perusahaan untuk memberikan identitas. 

Sama seperti di Indonesia, siswa Jepang juga mengenakan seragam ketika bersekolah. Bedanya, seragam di Indonesia dibedakan berdasarkan hari, tetapi seragam  di Jepang dibedakan berdasarkan musim. 

Seperti yang kita ketahui, Jika kita sering melihat anime, atau film jepang, seragam sekolah  di Jepang sangat beragam, ada yang memiliki model seperti pelaut, menggunakan blazer atau model lainnya. 

Lantas kenapa seragam sekolah di jepang memiliki banyak desain dan bentuk yang unik? 

Mari kita cari tahu

Awal Mula Seragam Sekolah di Jepang

Seragam sekolah di Jepang
©Radichubu

Sebelum mengenal istilah seragam, murid perempuan menggunakan kimono atau hakama, sedangkan murid laki-laki mengenakan baju gakuran. Gakuran merupakan pakaian warna hitam dan memiliki lima kancing berwarna emas. 

Dikenalnya Seragam

Seragam Sekolah di Jepang
©suning.com

Seiring perubahan jaman, tepatnya pada abad ke-19 masyarakat Jepang mulai mengenal istilah seragam. Pada awal mulanya, seragam Jepang mirip dengan baju pelaut, karena mereka terinspirasi dengan baju pelaut ini. Jepang menyebutnya dengan istilah “Seifuku”. Semenjak itulah seragam memiliki banyak model seperti blazer sampai saat ini.

Fungsi Seragam Sekolah Jepang

Semakin berkembangnya zaman, sekolah merasa bahwa identitas sekolah diperlukan, maka dari itu dimulailah trend memakai seragam untuk siswa. Berikut fungsi seragam sekolah: 

  1. Menghapus Kesenjangan Sosial
  2. Identitas Sekolah
  3. Melatih Disiplin dan Kerapihan
  4. Tanda Pengenal di Lingkungan Sosial

Seragam Sekolah Berdasarkan Musim 

© brilio.net

Memiliki 4 musim, Sekolah di Jepang mempunyai aturan dan membagi seragam sekolah menjadi 2 macam, yaitu: seragam musim panas dan seragam musim dingin.

  1. Seragam Musim Panas

Seragam ini dikenakan sekitar sebulan sebelum musim panas hingga liburan musim panas (Sekitar bulan May- September). Baju yang digunakan merupakan setelan kemeja dengan celana atau rok.

  1. Seragam Musim Dingin

Setelah selesai libur musim panas, biasanya siswa mengganti seragamnya menjadi seragam musim dingin. Seragam ini terdiri dari kemeja, celana atau rok, dan sweater atau blazer. Biasanya digunakan dari musim gugur hingga awal musim semi.

Aturan dalam Berseragam

Dalam membangun kesetaraan terhadap siswa dan melatih kedisiplinan serta kerapihan siswa, sekolah membuat peraturan dalam berseragam, yaitu:

  1. Model rambut standar
  2. Siswa dilarang menggunakan minyak rambut atau make-up
  3. Rambut tidak boleh di cat (kecuali warna rambut asli)
  4. Menggunakan sepatu dan aksesoris yang telah ditentukan sekolah
  5. Tidak boleh mengenakan luaran yang mencolok

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *