Hal Menarik dari Musim Dingin di Jepang

Sumber: ilmupedia

Salju, suatu yang mungkin jarang kamu temui di Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki iklim tropis yang berarti hanya memiliki dua musim saja, yaitu musim hujan dan musim panas. Meski begitu, kamu pernah tidak penasaran bagaimana rasanya salju di musim dingin? Kalau begitu kamu bisa pergi ke negara-negara yang memiliki iklim sub-tropis. Misalnya menikmati musim dingin di Jepang.

Jepang memiliki iklim sub-tropis, artinya terdapat empat musim berbeda di negeri matahari terbit tersebut. Keempat musim tersebut antara lain musim semi, musim panas, musim gugur, serta musim dingin.

di Jepang musim dingin biasanya berlangsung dari bulan Desember hingga Februari. Suhu di wilayah Tokyo bisa mencapai 12 derajat Celcius, sedangkan pada malam harinya suhu bisa turun sampai 5 derajat Celcius.

Jika sudah memasuki bulan Januari di tahun berikutnya, suku di siang hari bisa mencapai 10 derajat Celcius dan pada malam hari bisa mencapai 2-3 derajat Celcius. Sementara di bulan Februari, suhu di siang hari akan mencapai 10-11 derajat Celcius dan suhu malam harinya, suhu bisa turun sampai 5 derajat Celcius.

Meski begitu, ada hal menarik dari musim dingin di Jepang ini, Mulai dari pemandangan hingga kegiatan uniknya. Kira-kira apa saja ya? Berikut penjelasannya.

1. Tidak Semua Daerah Ditutupi Salju

Festival di Jepang

Hal yang paling sering terbayang saat membahas salju adalah permukaan tanah yang tertutupi oleh putihnya salju. Di mana warna putih yang dihasilkan oleh salju tersebut memberikan kesan yang menyegarkan. Kamu mungkin akan mengira semua wilayah di Jepang akan memutih karena tertutupi oleh hamparan salju.

Kalau begitu berarti kamu salah. Nyatanya, kamu belum tentu akan menemukan salju di seluruh wilayah Jepang. Ada beberapa kota seperti Fukuoka, Osaka, dan Tokyo yang justru sangat jarang dihujani salju.  Bahkan di Tokyo, saat cuaca cerah di musim dingin tersebut akan menjadi kering. Di mana kelembapan udaranya hanya ada di kisaran 30% saja.

Tapi tak perlu khawatir. Kamu bisa pergi ke wilayah lainnya yang memiliki intensitas salju lebih tinggi. Biasanya terdapat di bagian utara Jepang, seperti Hokkaido (akhir bulan Oktober atau awal bulan November). Di Prefektur Fukushima, Prefektur Miyagi, dan Prefektur Yamagata salju akan mulai turun pada pertengahan atau akhir bulan November. Di Prefektur Iwate, salju akan turun mulai awal atau pertengahan bulan November.

Sementara di daerah lain seperti Prefektur Niigata, Prefektur Toyama, Prefektur Ishikawa, Prefektur Fukui dan Prefektur Nagano, salju akan turun pada akhir bulan November atau awal bulan Desember.

Menariknya, kamu juga tetap bisa melihat salju di wilayah yang jarang dihujani salju, selama tempat tersebut berada di daerah pegunungan. Sebagai contoh adalah di Kyoto. Meski jarang dituruni salju, kamu masih bisa melihat pemandangan tumpukan salju di beberapa kuilnya, seperti Kuil Kinkakuji, Kuil Ginkakuji, Kuil Kibune, dan lainnya.

2. Pakaian musim dingin

Ketika sudah masuk musim dingin di Jepang, udara pastinya akan lebih dingin daripada biasanya.  Udara dingin yang seperti menusuk kulit akan selalu terasa. Hal ini tentu bisa membahayakan kesehatanmu. Oleh sebab itu, kamu harus bisa mengatasi rasa dingin yang menusuk tersebut. Salah satunya adalah dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan musim dingin.

via: jalan2kejepang

Kamu mungkin bisa mengenakan kaus oblong dan celana pendek di saat musim panas. Tapi tidak di musim dingin. Kamu harus mengenakan pakaian yang panjang dan agak tebal. Terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Yang sebaiknya dipakai saat beraktivitas di luar ruangan adalah jaket tebal, sarung tangan, syal, topi rajut dan penutup telinga. Kamu juga bisa membawa atau menggunakan kairo, sejenis patch yang dapat membuat badanmu tetap hangat saat beraktivitas di luar ruangan.

3. Hidangan khas musim dingin

Tidak hanya dari hal berpakaian, kamu juga bisa menghangatkan diri dengan hidangan khas musim dingin di Jepang, loh.

Tahukah kamu kalau musim dingin di Jepang selalu diramaikan dengan ikan-ikan bertekstur padat dan memiliki kandungan lemak? Ya, berbagai jenis ikan seperti ikan kod, ikan aji-aji (amberjack), ikan sarden, ikan makarel, ikan sarden, dan lainnya akan mudah kamu temui saat musim dingin di Jepang.

Yosenabe makanan musim dingin di Jepang
Yosenabe

Ada juga berbagai hasil laut lain yang mudah ditemukan selama musim dingin di Jepang, seperti lobster, kepiting merah, tiram, telur ikan kod, dan nori. Sayur dan buah-buahan seperti lobak, akar teratai, bayam, sawi putih, jeruk, dan apel juga termasuk mudah ditemui di musim dingin.

Orang Jepang biasanya akan mengombinasikan beberapa bahan tersebut menjadi suatu hidangan musim dingin paling terkenal, yaitu Nabe. Makanan ini merupakan sup ikan yang diisi dengan berbagai macam sayuran. Nabe biasanya akan disantap bersama dengan keluarga dan kerabat tercinta, yang akan menambah kehangatan di musim yang dingin.

4. Berlibur

musim dingin di Jepang
sumber: cdn.cheapoguides.com

Udara dingin menusuk kulit bukan hambatan untuk menjelajahi keindahan Jepang. Justru ada beberapa objek wisata menarik yang hanya bisa kamu temui di musim dingin. Misalnya saja Festival Musim dingin. Seperti namanya, festival ini hanya diselenggarakan pada saat musim dingin di Jepang. Festival musim dingin merupakan perayaan akhir tahun yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak para wisatawan. Baik yang berasal dari Jepang maupun luar Jepang. Festival ini diisi dengan banyak pertunjukan lampu menjelang natal hingga menanti. Berikut 6 Festival di Jepang menarik yang wajib kamu ketahui

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *