Mengenal Bunkasai, Festival Budaya Wajib di Sekolah Jepang

Siapa yang saat ini sedang bersekolah di Jepang? Kalau kamu saat ini sedang bersekolah di Jepang, berarti kamu sudah tidak asing dengan istilah bunkasai bukan? Untuk kamu yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan sekolah di Jepang, tak ada salahnya ikut menyimak pembahasan seputar Bunkasai ini.

Pastinya kamu sudah tahu kan kalau Jepang itu merupakan negara yang memiliki berbagai budaya unik. Hal ini bisa terlihat dari berbagai festival yang selalu diadakan setiap tahunnya di Jepang. Mulai dari festival tari awa yang ceria hingga festival salju di Sapporo yang unik.

Keseluruhan festival di Jepang selalu diadakan dengan semarak dan menyenangkan. Pertanyaannya, bagaimana bisa masyarakat Jepang menyusun dan menyelenggarakan berbagai festival tersebut dengan baik dan seolah tanpa cacat? Jawabannya adalah dengan pembiasaan sejak dini.

Orang-orang Jepang biasanya sudah terbiasa dalam mengorganisir suatu acara seperti festival sejak duduk di bangku sekolah. Kalau kamu sedang bersekolah di Jepang mungkin sudah pernah terlibat dalam pengadaan festival di sekolah. Kamu juga bisa melihat bagaimana para siswa sekolah di Jepang bekerja sama dalam mengadakan festival di film atau drama. Festival yang biasa diadakan di sekolah Jepang adalah bunkasai atau festival budaya.

Bunkasai, ajang untuk unjuk kreatifitas siswa

Bunkasai (文化祭)  atau biasa disebut juga festival budaya merupakan salah satu festival paling terkenal di Jepang. Baik dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi biasanya akan mengadakan bunkasai setiap tahunnya. Waktu penyelanggaraan bunkasai di tiap sekolah biasanya berbeda-beda. Umumnya akan menyesuaikan dengan hari jadi sekolah tersebut.

Pengadaan Bunkasai ini ditujukan sebagai sarana bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreatifitas mereka. Festival budaya ini juga dimaksudkan untuk menjadi acara yang menyenangkan, tetapi juga merupakan satu-satunya kesempatan setiap tahun bagi siswa untuk melihat seperti apa kehidupan di sekolah lain. Mereka juga dimaksudkan untuk memperkaya kehidupan masyarakat dengan meningkatkan interaksi sosial dan membina hubungan masyarakat

Di acara ini, para siswa memang dibebaskan untuk menampilkan dan menjual apapun. Yang paling sering terdapat di bunkasai adalah rumah hantu, rumah peramal, dan café maid. Ada pula individu atau kelompok yang menampulkan tarian, konser dan drama dengan klub-klubnya. Mereka akan saling bersaing dan berlomba dengan kelas dan klub lain untuk memberikan yang terbaik.

Sebelumnya festival budaya ini hanya ditujukan sebagai media pembelajaran. Untuk melatih kerjasama sekaligus melatih cara mengorganisir suatu acara. Makin ke sini, festival budaya atau bunkasai ini berubah menjadi tempat rekreasi. Di mana banyak orang, baik yang berada di Jepang ataupun luar Jepang, yang tertarik untuk mendatangi festival budaya ini. Meski begitu, tujuaan utama dari pengadaan bunkasai tetap dipertahankan. Karena dengan keberadaannya, para siswa bisa mendapat berbagai pelajaran untuk mengadakan kegiatan bersama teman-teman sekelasnya.

Pengadaan bunkasai ini awalnya tidak seterkenal dan seramai sekarang. Bahkan orang-orang luar Jepang banyak yang tidak mengetahui keberadaan festival ini. Namun karena bunkasai seringkali dibahas dalam film, drama, anime, serta manga, kegiatan bunkasai mulai banyak dilirik oleh banyak orang, baik di dalam Jepang maupun luar Jepang.

Kegiatan bunkasai ini juga mulai diadakan di beberapa sekolah dan perguruan tinggi di luar Jepang. Misalnya saja di Indonesia. Ada beberapa sekolah yang mengadakan acara layaknya bunkasai. Lengkap dengan panggung dan berbagai booth yang menjual makanan dan souvenir.

Kamu mungkin tidak asing dengan event-event seperti Gelar Jepang Univesitas Indonesia (GJUI), Jiyuu Matsuri (Jimat), dan sebagainya bukan? Kira-kira seperti itulah gambaran penyelenggaraan bunkasai yang dilakukan di Indonesia.

Festival budaya ini memiliki nama yang berbeda, sesuai dengan jenjang pendidikan yang mengadakannya, yaitu:

School English name Japanese name
Nursery school Daily life exhibition Seikatsu-Happyou-kai(生活発表会)
Kindergarten Daily life exhibition Seikatsu-Happyou-kai(生活発表会)
Elementary School Literary arts exhibition
Learning exhibition
Gakugei-kai(学芸会)
Gakushū-Happyou-kai(学習発表会)
Junior High School Cultural festival Bunka-sai(文化祭)
High School Cultural festival Bunka-sai(文化祭)
University University festival Daigaku-sai(大学祭)

“Festival Budaya” (Bunkasai) dan “Festival University” (Daigaku-sai) adalah kata benda umum di Jepang. Jadi, nama-nama festival budaya yang dilakukan di Jepang tergantung pada masing-masing sekolahyagn mengadakan. Misalnya, festival di Universitas Tokyo, Komaba Kampus dinamakan Komaba-sa.

Sementara pada sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, festival sekolah terkadang disebut juga gakuensai ( 学園 祭 ), gakuinsai ( 学院 祭 ), atau gakkōsai ( 学校 祭 ).

Berbagai penampilan seru dan menarik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, para siswa akan bekerja sama untuk menampilkan berbagai hal di bunkasai. Baik itu per kelas maupun per kelompok dari eskul tertentu. Ada banyak hal yang bisa dan sering dibuat para siswa tersebut. Beberapa di antaranya adalah menyulap kelas mereka menjadi café, stand makanan, game corner, hingga obakeyashiki atau rumah hantu! Para siswa juga akan melakukan beberapa penampilan seperti musik dan drama.

Para siswa akan mengadakan rapat untuk membahas apa yang akan dilakukan dalam bunkasai nanti. Di dalam Bunkasai, semua kelas wajib membuat tema yang menarik bagi para tamu. Di mana para tamu tersebut terdisi dari orang tua, tamu undangan, maupun sekolah lain. Karenanya, para siswa tidak bisa asal memilih kegiatan.

Begitu menemukan kegiatan yang disepakati oleh seluruh siswa dalam kelas tersebut, perwakilan kelas akan melaporkan hasil tersebut kepada panitia OSIS yang bertugas. Setelah mendaftarkan kegiatan tersebut kepada panitia OSIS, para siswa bisa mulai menyulap dan menghias kelas mereka sesuai dengan tema yang disepakati.

Biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan bunkasai. Mulai dari memoles ruangan kelas sesuai dengan kegiatan yang disepakati hingga menghiasi seluruh sekolah dengan berbagai pernah-pernik yang bertujuan untuk menambah suasana meriah di sekolah tersebut.

Bunkasai atau festival budaya ini merupakan ajang tahunan di sekolah Jepang yang biasanya diadakan selama dua haru, yaitu sabtu dan minggu. Pengadaannya pun bisa berbeda-beda. Ada sekolah yang memilik untuk mengadakan pada musim gugur, sekitar tanggal 3 November. Di mana tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Budaya. Ada juga sekolah yang mengadakan bunkasai pada musim panas. Semua tergantung lagi kepada sekolah yang mengadakan.

Festival budaya atau bunkasai yang diadakan akan selalu menjadi kenangan terindah bagi para siswa ketika sudah lulus nanti. Perasaan sedih, senang, mumet, gembira akan bercampur menjadi satu pada saat menyiapkan berbagai keperluan dan penampilan, baik di kelas maupun klub. Setelah festival selesai, perasaan lega, gembira, dan bangga akan menyelimuti para siswa yang telah berusaha keras sebelum, selama dan seusai festival. Jadi, jika kamu sedang atau ingin bersekolah di Jepang, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mengikuti bunkasai ya!

Kami Japan Education Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang konsultan pendidikan ke Jepang akan membantu kamu meraih mimpi untuk melanjutkan studi ke Jepang. Konsultasi-studi ke Jepang (gratis), kami akan membantu memilih sekolah di Jepang, mengurus dokumen/berkas pendaftaran, dari proses awal keberangkatan ke Jepang hingga selesai masa sekolah dan kembali lagi ke Indonesia. Hubungi atau Whatsapp kami di 085215802559 kami akan membantu Anda dengan senang hati.

Isi Form Pendaftaran Sekolah ke Jepang

One Reply to “Mengenal Bunkasai, Festival Budaya Wajib di Sekolah Jepang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *