Sekolah di Jepang Sambil Kerja atau Kerja di Jepang Sambil Sekolah, Mana yang Lebih Baik?

Jepang. Salah satu negara di Asia yang terkenal dan mengagumkan. Ada berbagai kelebihan dan keunggulan menarik yang menjadikan negara matahari terbit ini selalu menjadi tujuan utama para pelancong dari berbagai negara.

Misalnya saja dari kemajuan teknologinya. Jepang juga dikenal karena sering menghasilkan berbagai barang elektronik yang diekspor ke hampir seluruh negara di dunia.  Salah satu pendapatan terbesar yang dimiliki Jepang memang berasal dari ekspor barang elektronik ini. Kesuksesan dalam bidang teknologi dan ekspor tersebut merupakan buah dari etos kerja serta kedisiplinan yang dimiliki oleh orang Jepang.

Kalau mendengar dan membaca referensi seputar Negara Jepang dengan berbagai keunggulannya, kamu pasti akan menjadikan Jepang sebagai negara ideal. Jika mendapat kesempatan untuk merasakan berbagai keunggulan tersebut, pasti kamu tidak akan menolak bukan? Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan jika ingin mendapat pengalaman langsung tersebut, yaitu dengan bekerja dan bersekolah di Jepang.

Bekerja di Jepang

Kebiasaan tersebut secara tidak langsung mempengaruhi jumlah angkatan kerja di Jepang. Di mana angka pernikahan dan kelahiran bayi menurun drastis. Banyak yang memilih untuk tidak menikah atau tidak memiliki anak. Di sisi lain, angka harapan hidup orang Jepang semakin tinggi. Akibatnya saat ini Jepang dipenuhi oleh generasi tua yang berumur di atas 50 tahun. 

Orang Jepang terkenal akan rasa tanggung jawab dan etos kerjanya yang tinggi. Mereka juga memiliki dedikasi yang tinggi terhadap perusahaan tempatnya bekerja. Tak jarang mereka bisa menghabiskan waktu sangat lama untuk bekerja.

Meski generasi tua yang bahkan berumur di atas 60 tahun masih memiliki kesehatan yang prima, Jepang tetaplah membutuhkan kehadiran generasi muda dalam dunia kerjanya. Untuk itu, pemerintah Jepang pun membuka pintu lebar-lebar dan memberikan kesempatan pada tenaga kerja muda dari negara lain, termasuk di Indonesia, untuk mencoba bekerja di Jepang. Mulai dari menjadi tenaga magang hingga pekerja tetap di Jepang.

Semakin ketatnya persaingan kerja di dalam negeri membuat para pemuda pemudi di Indonesia menjadikan Jepang sebagai salah satu solusi untuk mengembangkan diri dengan ilmu dan pengalaman kerja di Jepang. Terlebih banyak pula perusahaan Jepang di Indonesia yang merekrut tenaga kerja dari Indonesia untuk bekerja di Jepang. Baik itu tenaga kerja tetap ataupun pemagang.

Magang di Jepang  ternyata juga bisa memberikan hasil yang tidak berbeda dengan bekerja full-time di tanah air. Di mana kamu akan mendapat uang saku yang cukup besar selama menjadi pemagang di sana. Besarnya uang saku yang di dapatkan setiap bulannya adalah antara 8-9 juta rupiah. Itu belum termasuk uang lembur apabila memang disediakan oleh perusahaan tempat magang.

Di samping untuk mencari nafkah, ada juga yang memutuskan bekerja di Jepang sekaligus untuk melanjutkan studinya. Di Jepang memang terdapat beberapa sekolah atau universitas yang menyediakan program untuk siswa yang bekerja, atau bisa dibilang kelas karyawan.

Memang akan terasa sayang jika hanya sekadar bekerja, tanpa mengembangkan ilmu di sekolah Jepang yang dikenal sebagai yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Jadi, kamu tidak hanya sekadar mendapat hasil berupa uang, tapi juga bisa mendapat ilmu dan pengalaman menarik selama kerja sambil bersekolah di Jepang.

Sekolah di Jepang

Sudah bukan rahasia lagi kalau Jepang memiliki sistem pendidikan terbaik di Asia, bahkan dunia. Banyak orang dari berbagai negara yang memutuskan untuk melanjutkan studi di negeri sakura ini. Kalau membicarakan kelebihan dalam bidang pendidikan di Jepang, sepertinya tidak akan ada habisnya.

Misalnya dalam hal tata krama. Di mana para siswa di Jepang sudah diajarkan tata krama sejak usia dini agar terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah di Jepang juga melatih para siswanya untuk bersifat mandiri dan gotong royong dengan tidak menggunakan jasa tukang bersih-bersih. Para siswalah yang akan membersihkan ruangan kelas mereka sendiri sesuai waktu piketnya masing-masing. Kamu pasti tertarik bukan untuk bersekolah di Jepang?

Tapi meski tertarik untuk melanjutkan studi di Jepang, terkadang ada saja hambatannya. Yang paling sering adalah kendala biaya. Memang untuk belajar di negara lain membutuhkan biaya yang terbilang tidak sedikit. Ini dikarenakan perbedaan nilai tukar mata uang antara Jepang dan Indonesia.

Tenang, pemerintah Jepang saat ini sudah menyediakan berbagai beasiswa bagi para siswa internasional yang ingin melanjutkan sekolah di Jepang. Di mana beasiswa tersebut sudah termasuk uang sekolah dan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari.

Tapi tidak semua orang bisa meraih beasiswa tersebut. Karena biasanya  beasiswa memiliki kuota tertentu. Namun kamu tak perlu khawatir jika tidak mendapat beasiswa. Kamu bisa mengikuti kerja paruh waktu di Jepang.

Pemerintah Jepang memperbolehkan para siswa internasional untuk melakukan kerja paruh waktu atau biasa disebut arubaito. Tidak hanya memberi izin, pemerintah Jepang juga membantu para siswa internasional tersebut dengan memberikan berbagai informasi seputar pekerjaan paruh waktu atau arubaito yang bisa diikuti oleh mereka.  

Meski diizinkan, waktu kerja yang diperbolehkan dibatasi hanya berkisar 28 jam per minggu atau 4 jam per hari. Pembatasan ini dilakukan agar para siswa bisa tetap berkonsentrasi dengan pelajaran mereka di sekolah.  Honor yang kamu dapat dari  pekerjaan paruh waktu ini nantinya bisa digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-harimu. Bahkan bisa juga digunakan untuk membantu membayar biaya sekolah di Jepang.

Arubaito sendiri sudah menjadi hal wajib bagi setiap siswa internasional yang sedang menempuh studi di Jepang. Bahkan banyak di antara siswa internasional tersebut yang mengatakan bahwa sekolah di Jepang tidak akan lengkap kalau belum melakukan arubaito.

Sekolah di Jepang Sambil Kerja vs Kerja di Jepang Sambil Sekolah

Mungkin di antara kamu banyak yang merasa bingung untuk melanjutkan sekolah di Jepang sambil bekerja atau bekerja di Jepang sambil bersekolah. Keduanya bisa dibilang tidak begitu sama dan tidak begitu beda.

Kalau memilih sekolah di Jepang sambil bekerja, biasanya arubaito, tentu fokus utamamu adalah sekolah. Di mana bekerja itu hanya sampingan untuk membantu biaya hidupmu selama bersekolah tersebut. Kamu juga bisa mendapat berbagai pengalaman unik lain dengan kerja sampingan tersebut. Jadi, pastikan kamu tetap bekerja semaksimal mungkin.

Sebaliknya, jika bekerja di Jepang sambil bersekolah, tentu fokus utamamu adalah bekerja atau mencari nafkah. Tapi bukan berarti sekolah hanya sekadar sampingan yang disepelekan. Hanya bukan merupakan motivasi utama saja. Kamu yang memilih opsi ini tetap harus bisa berfokus pada kegiatan studi selama bersekolah. Jangan sampai kegiatan belajarmu di sekolah dalam waktu yang tidak sebentar tersebut malah tidak memberikan hasil apapun.

Sekolah di Jepang sambil bekerja atau kerja di Jepang sambil bersekolah, tidak ada yang salah dengan kedua pilihan tersebut. Kamu hanya perlu menyesuaikan kebutuhan dan motivasimu datang ke Jepang dengan kedua opsi tersebut. Yang terpenting, pastikan kamu bisa konsisten dan berkomitmen dengan pilihanmu tersebut. Goodluck!

Jika kamu mempunyai rencana untuk sekolah di Jepang, kamu bisa berkonsultasi dengan kami, gratis. Hubungi kami di sini: 081297265232

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *